Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Setelah berathun-tahun menggunakan Digital Ocean, kemudian saya meutuskan untuk menggunakan Vultr.

Pertama kali mengenal cloud server adalah dari Digital Ocean.

Dulu saya saya menikmati menggunakan Digital Ocean. Selain murah cuma $5/bulan, fiturnya juga sangat lengkap.

Dengan harga segitu, sudah dapat public IPv4. Di mana harga public IPv4 dulu di webhosting lokal masih cukup mahal.

Saat memutuskan pindah ke Vultr, saya menggunakan paket termurahnya yaitu $3.5/bulan. Ada yang lebih murah $2.5 tapi tidak mendapatkan public IPv4.

Saya menggunakan Runcloud untuk manage server-nya karena lebih mudah untuk manage WordPress menggunakan Runcloud.

Sebelumnya, saya bahkan manage server di Digital Ocean menggunakan terminal. Sangat menyenangkan karena saya jadi tahu banyak tentang command-command di Ubuntu.

Karena Runcloud menghilangkan free plan, dan banyak sekali batasan yang dihilangkan teruatam pada bagian install SSL, akhirnya saya meninggalkan Runcloud untuk sementara waktu.

Sebenarnya, saya masih bisa menggunakan Vultr tanpa menggunakan Runcloud, tapi saya agak merasa malas lagi untuk melakukannya seperti dulu saat menggunakan Digital Ocean hanya lewat terminal.

Berikut ini beberapa alasan mengapa saya menggunakan Amazon Lightsail

Harga Murah

Ya, ini adalah prioritas nomor satau karena saya tidak mau blog saya ini menjadi sumber pengeluaran rutin yang membebani. Saya membuat blog ini hanya untuk mengisi waktu luang saja. Bukan untuk menghasilkan lebih banyak uang. Tapi kalau seandainya menghasilkan uang tambahan, tentu saya lebih senang.

Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Sepertinya $3.5/bulan adalah batas bawah paling murah dari semua penyedia layanan cloud server. Ada sih Vultr, cuma $2.5/bulan, tapi tidak fleksibel dipakai untuk WordPress.

Selain itu juga sedang ada promo gratis 3 bulan.

Gratis Automatic Backup

Ini adalah fitur super penting, mengingat kita tidak tahu apa yang akan terjadi, sehingga server wajib diback up rutin. Di Vultr dan Digital Ocean, fitur automatic backup dikenakan biaya tambahan. Itu pun jumlah back up hanya di batasi di bawah 5 file back up yang tersimpan.

Sedangkan di Amazon Lightsail gratis. Automatic backup dilakukan harian pada jam yang sudah kita tentukan. Bahkan dapat menyimpan hingga 7 file backup.

Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr
Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Mendukung WordPress Multisite Secara Default

Semua cloud server tentu saja dapat diinstall WOrdPress Multisite, tapi butuh waktu untuk konfigurasinya apalagi jika Anda bukan seorang developer seperti saya.

Di Amazon Lightsail, kita bisa create instance yang langsung terinstall WordPress Multisite. Cocok untuk manage banyak WordPress tanpa menggunakan Runcloud, Serverpilot, atau sejenisnya yang seringkali butuh biaya berlangganan lagi.

Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Ultra Flexible Dengan Ekosistem AWS

Dengan berlangganan Amazon Lightsail, kita dapat juga menggunakan AWS Console yang di dalamnya ada sangat banyak sekali aplikasi, platform, dll untuk digunakan.

Walaupun, saya pribadi tidak akan menggunakan hal-hal di AWS console karena memang belum butuh, Tapi setidaknya untuk future proof akan lebih menjanjikan jika di masa depan sayang ingin membuat hal-hal yang “aneh-aneh” dengan blog saya ini. Atau mungkin sekedar experiment untuk mengisi waktu luang.

Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Mau beli domain di AWS? Bisa. Tapi harganya sedikit lebih mahal dibanding beli di Cloudflare. Saya sendiri membeli domain di Cloudflare karena harganya jauh lebih murah.

Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Tertarik juga untuk menggunakan Amazon Lightsail? Selamat mencoba.

Akhirnya Pakai Amazon Lightsail Setelah Menggunakan Vultr

Leave a Comment

Your email address will not be published.